Connect with us

Otomotif

Istirahat Maksimal 30 Menit Kendaraan Menuju Rest Area Akan Dibatasi Lebaran

Avatar

Published

on

Menjelang Idul Fitri 1441 Hijriah tahun ini, arus kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta dan Bodetabek diperkirakan akan naik cukup signifikan. Namun, sehubungan dengan pandemi Covid 19 dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh sejumlah pemerintah daerah,operator jalan tol Jasa Marga akan menerapkan aturan baru untuk kendaraan yang akan memanfaatkan fasilitas rest area atau area istirahat di sisi jalan tol. Aturan baru yang akan segera diterapkan, kendaraan yang akan masuk ke rest area akan dibatasi jumlahnya. Selain itu, lama kendaraan yang beristirahat di rest area juga akan dibatasi maksimal 30 menit.

Lama waktu tersebut dianggap cukup bagi para pengendara untuk beristirahat sejenak, ke toilet, makan atau menunaikan ibadah saat berada di rest area. Direktur Pengelolaan Gedung dan Fasilitas PT Jasamarga Related Business Tita Paulina mengatakan, pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan virus Covid 19 di seluruh kawasan rest area yang dikelola seperti masjid, toilet, SPBU, dan tempat makan Pujasera dengan menyediakan hand sanitizer dan fasilitas cuci tangan di titik titik tersebut. Tita menjelaskan, jika ada pengguna jalan yang tidak menggunakan masker atau terdeteksi memiliki suhu badan di atas 38 derajat celcius tidak diperkenankan masuk rest area atau diarahkan ke area isolasi untuk selanjutnya dilakukan penanganan.

"Kami juga memberlakukan pembatasan waktu parkir kendaraan di rest area maksimal selama 30 menit," bebernya. Pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penularan Covid 19, dengan tidak mudik dan tidak piknik di fase Lebaran Tahun 2020. Kepala Divisi Jasamarga Metropolitan Tollroad Reza Febriano menjelaskan, ada tiga layanan utama yang disiapkan perusahaannya menjelang Idul Fitri tahun 2020.

Pertama adalah layanan transaksi yang memastikan seluruh peralatan tol bisa berfungsi 100 persen, penempatan personel tambahan untuk membantu proses tapping kendaraan serta penyediaan personil mobile reader, dan penyiapan setiap teknisi untuk tetap siaga pada periode Lebaran 2020. Reza menjelaskan, jumlah gardu operasi juga akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan kami pastikan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan minimum. Kedua, layanan lalu lintas yang meliputi penempatan petugas di lokasi rawan kepadatan, pengamanan operasi terutama pada lokasi lokasi rawan gangguan kamtibmas, memastikan kesiagaan Kendaraan Pelayanan Lalu Lintas seperti mobile customer service, truk derek, ambulans, rescue dan lainnya.

Ketiga, layanan konstruksi yang meliputi penyiagaan petugas 24 jam untuk menutup lubang di jalan tol, pembersihan saluran untuk mengantisipasi adanya genangan air di jalur tol dan menyiagakan kendaraan water tank untuk ketersediaan air bersih di gerbang tol dan tempat istirahat. Di layanan konstruksi ini pihaknya akan menghentikan sementara seluruh kegiatan proyek/konstruksi sesuai dengan arahan dari Kementerian PUPR mulai H 2 Idul Fitri pada 21 Mei 2020 hingga H2 Idul Fitri pada 25 Mei 2020 untuk mendukung kelancaran operasional di jalan tol.

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Otomotif

Perusahaan Konsorsium Inggris Kembangkan ”Bajaj” Listrik

Avatar

Published

on

Perusahaan teknik yang berbasis di Inggris yakni D2H berencana meluncurkan kendaraan alternatif yang ramah lingkungan untuk menggantikan bajaj yang sudah lama eksis. D2H memimpin perusahaan konsorsium Inggris untuk merancang sasis kendaraan listrik inovatif berbiaya rendah yang berpotensi menggantikan bajaj, Tuk tuk atau kendaraan sejenisnya. Desain yang dibuat D2H tersebut memenuhi klasifikasi L7E Heavy Quadricycle EU, yang berarti saat ini dibebaskan dari penilaian pengujian kecelakaan.

Meski demikian, sasis Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang telah dirancang D2H juga memikirkan standar keselamatan di segmen harga kendaraan tersebut. Untuk bentuknya yang sekarang, kendaraan listrik ini menggunakan suspensi, rem dan kemudi dari sasis prototipe yang mereka rancang. Kendaraan ini menggunakan penggerak roda depan dari motor yang dipasang di depan dan baterai yang disimpan di antara roda belakang.

Direktur Teknik D2H, Matthew Hicks mengatakan bahwa berat desain kendaraan adalah 480 kg, tidak termasuk baterai. "Kami merancang untuk menggunakan powertrain tegangan rendah, namun kami tidak memiliki solusi spesifik untuk hal ini. Kami membayangkan daya dan pendinginan yang cukup untuk penggunaan terus menerus selama 12 jam. Ini adalah kendaraan utilitas dan harus tetap digunakan untuk jangka waktu lama," tutur Hicks dikutip dari Carscoops, Kamis (2/7/2020). Mitra konsorsium, Coventive Composites telah mengembangkan polimer termoplastik serat alami berbasis rami untuk panel yang dipasang pada sasis, dimana sebagian besar terikat satu sama lain.

Bahan yang telah dipilih itu sudah banyak tersedia di pasar, target sementara untuk kendaraan tersebut ialah ringan dan kuat. Lebih lanjut, termoplastik yang diperkuat serat telah mengurangi waktu pembuatan dan kebutuhan energi. Bahan ini juga memungkinkan untuk mendapat detail yang tinggi untuk dicetak dan biasanya membutuhkan lebih sedikit pemrosesan.

Idenya adalah agar sasis dibangun secara lokal untuk memenuhi pasar yang ditargetkan, sehingga memungkinkan LCEV ini untuk bersaing secara langsung dengan bajaj. Saat ini, D2H berencana untuk pindah ke tahap pengujian prototipe dengan bantuan mitra. "Pengembangan kendaraan akan membutuhkan powertrain dan penyedia baterai yang berpikiran sama dengan misi kendaraan ini, yang dapat memberikan alternatif yang kuat dan sangat murah untuk unit baterainya," jelas Hicks.

Selain D2H dan Coventive, konsorsium ini juga mencakup Warwick Manufacturing Group (WMG). Proyek ini telah mendapatkan bantuan pendanaan dari skema IDP15 Innovate UK.

Continue Reading

Otomotif

Lengkap dengan Spesifikasinya Daftar Harga Sepeda Lipat Terbaru Merek Polygon

Avatar

Published

on

<div > Berikut daftar harga terbaru sepeda lipat Polygon dan spesifikasinya, harga Urbano mulai Rp 4 Juta.

Continue Reading

Otomotif

Ini kisah Unik Penumpang Grab di Masa New Normal menuju Kantor Bareng Gatot Kaca

Avatar

Published

on

Lewat Permenhub Nomor 41 tahun 2020, kini masyarakat bisa kembali menikmati layanan transportasi ojek online yang sebelumnya dilarang beroperasi selama masa PSBB di beberapa daerah. Walaupun begitu pada masa new normal ini ada beberapa aturan kesehatan yang harus dipatuhi bagi para penumpang dan pengemudi ojek online. Salah satunya dilakukan jasa penyedia transportasi online Grab yang menghadirkan layanan GrabBike Protect sebagai perlindungan tambahan bagi pengemudi dan pelanggan mereka di sejumlah kota di Indonesia.

GrabBike Protect dilengkapi dengan partisi plastik sebagai pemisah untuk meminimalisir kontak antara penumpang dan pengemudi. Dengan begini penumpang dan pengemudi dapat terus beraktivitas walau di tengah pandemi. Saat akan menaiki ojek online pun, untuk menjaga kebersihan, para pengemudi Grab akan memberikan masker dan hand sanitizer kepada setiap penumpang.

Penerapan protokol kesehatan pada masa new normal ini pun telah diterapkan di dua kota besar Indonesia, yakni Semarang dan Yogyakarta. Di Yogyakarta para pengemudi yang menggunakan partisi plastik ini jadi pusat perhatian. Salah satunya yang dialami Adhitya Saputra, mitra pengemudi yang termasuk pertama kali mendapatkan alat perlindungan ini.

Menurutnya alat perlindungan ini layaknya seperti baju Gatotokaca. “ Kowe iki koyo Gatotkaca ,” candanya. Walau begitu, menurutnya ini demi menjaga kesehatannya selama bekerja. “Alat ini dipakai untuk perlindungan saya dari wabah tak terlihat yang bisa saja saya dapatkan di jalanan,” ujar Adhitya.

Bagi sebagain besar penumpang pun, kehadiran partisi plastik ini tak hanya memberikan rasa aman namun juga jadi topik membuka percakapan dengan para pengemudi ojek online. “Selain jadi perlindungan kesehatan tambahan, penumpang sering buka obrolan basa basi atau tanya fungsi ini (partisi plastik). Apalagi dulu beberapa penumpang sering jaga jarak pas di motor. Sekarang mereka merasa lebih aman kalau ngobrol dengan saya,” ujarnya. Dari segi keamanan dan ketahanan sendiri, GrabBike Protect ini sudah aerodinamis sehingga tetap aman digunakan dalam kecepatan normal sekitar 60 90 km.

Selain memberikan masker tambahan dan hand sanitizer setiap penumpang naik, Adhitya pun juga selalu menyemprotkan partisi plastik milikinya sehingga aman untuk dinaiki penumpang berikutnya. Di Yogyakarta sendiri, masyarakatnya tak merasakan PSBBB melainkan hanya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) saja, sehingga penumpang pun masih bisa menaikin transportasi ojek online. Hal yang hampir mirip juga hadir di Semarang. Budiyono merupakan salah satu mitra pengemudi yang mendapatkan GrabProtect demi melindungi masyarakat Semarang yang menggunakan jasanya.

Diminta membatu tenaga medis, mulai dari segi transportasi dan mengantar makanan, ia diberikan GrabBike Proctect, masker, sarung tangan, hand sanitizer, desinfektan, jas hujan, serta penutup sepatu saat masuk ke dalam rumah sakit. Sebelum naik, penumpang pun diberikan hand sanitizer. “Maaf Pak/Bu/Mas/Mbak, pakai ini dulu ya sebelum naik,” ujar Budiyono. Walaupun demi kebaikan mereka, ada kala beberapa penumpang enggan memakain masker.

“Ada kalanya saya menawari penumpang masker untuk orang orang yang enggak pakai. Yap, masih ada warga Semarang yang seperti itu,” ujarnya. Dari penerapan penggunaan GrabBike Protect di Yogyakarta dan Semarang, bisa dibilang menjadi awal dari persiapan Grab dalam melindungi para mitra pengemudi GrabBike dan penumpangnya saat menghadapi masa new normal ini. “Pandemi COVID 19 telah meningkatkan kesadaran terhadap keamanan dan kebersihan di berbagai industri. Keamanan selalu menjadi fokus utama Grab dan melalui program seperti GrabProtect, kami telah meningkatkan standar kebersihan di industri ride hailing. Bersama dengan mitra pengemudi, kami akan mendorong perilaku bersih yang lebih baik sebelum perjalanan dimulai,” ujar Director of 2 Wheels & Logistics Grab Indonesia Tyas Widyastuti.

Continue Reading

Trending