Connect with us

Otomotif

Mitsubishi Belum Tertarik Pasarkan Kendaraan 100 Persen Listrik di Indonesia

Avatar

Published

on

PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyatakan belum tertarik memasarkan kendaraan yang 100 persen bertenaga listrik di Indonesia seperti inisiatif yang segera dilakukan pabrikan otomotif China di sini. Mitsubishi menyatakan tetap fokus memasarkan kendaraan berteknologi Plug in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) karena dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan pasar lokal. Director Of Sales and Marketing Division PT MMKSI, Irwan Kuncoro mengatakan, Mitsubishi tidak akan meluncurkan mobil full electric untuk market Indonesia.

"Kami fokuskan PHEV, karena dengan kondisi Indonesia saat ini. Kendaraan plug in dan hybrid sangatlah ideal," kata Irwan Kuncoro di gelaran Jakarta Langit Biru di Senayan, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Ia menyebutkan, kondisi infrastruktur Indonesia saat ini belum menyediakan fasilitas charging station pada setiap ruas jalan. Hal ini menjadi salah satu alasan Mitsubishi belum tertarik meluncurkan mobil full electric saat ini.

"Dengan mobil teknologi PHEV tidak perlu khawatir apabila kehabisan baterai di jalan, dan jauh dari charging station. Karena dengan teknologi PHEV mesin bensin bisa mengisi baterai," kata dia. Di gelaran Jakarta Langit Birudi kawasan Bundaran Senayan, Jakarta, Minggu (27/10/2019), MMKSI memajang Mitsubishi Outlander PHEV yang sebelumnya resmi diluncurkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019. Irwan mengatakan, Outlander PHEV sudah dipesan sebanyak 50 unit dan akan dikirimkan kepada pelanggan pada bulan November 2019.

Irwan juga mengungkapkan, seiringan dengan pengiriman Outlander PHEV kepada pelanggan, Mitsubishi akan menyediakan fasilitas charging station di dealer, dan beberapa fasilitas umum seperti pusat pemberlanjaan, ataupun pom bensin. Mitsubishi Outlander Phev saat ini dibanderol Rp 1,2 miliar dengan pilihan dua varian warna Ruby Black dan Silky White. Irwan menyatakan, harga Outlander ini berpotensi akan turun dengan adanya pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan listrik yang akan berlaku dua tahun lagi.

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Otomotif

Perusahaan Konsorsium Inggris Kembangkan ”Bajaj” Listrik

Avatar

Published

on

Perusahaan teknik yang berbasis di Inggris yakni D2H berencana meluncurkan kendaraan alternatif yang ramah lingkungan untuk menggantikan bajaj yang sudah lama eksis. D2H memimpin perusahaan konsorsium Inggris untuk merancang sasis kendaraan listrik inovatif berbiaya rendah yang berpotensi menggantikan bajaj, Tuk tuk atau kendaraan sejenisnya. Desain yang dibuat D2H tersebut memenuhi klasifikasi L7E Heavy Quadricycle EU, yang berarti saat ini dibebaskan dari penilaian pengujian kecelakaan.

Meski demikian, sasis Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang telah dirancang D2H juga memikirkan standar keselamatan di segmen harga kendaraan tersebut. Untuk bentuknya yang sekarang, kendaraan listrik ini menggunakan suspensi, rem dan kemudi dari sasis prototipe yang mereka rancang. Kendaraan ini menggunakan penggerak roda depan dari motor yang dipasang di depan dan baterai yang disimpan di antara roda belakang.

Direktur Teknik D2H, Matthew Hicks mengatakan bahwa berat desain kendaraan adalah 480 kg, tidak termasuk baterai. "Kami merancang untuk menggunakan powertrain tegangan rendah, namun kami tidak memiliki solusi spesifik untuk hal ini. Kami membayangkan daya dan pendinginan yang cukup untuk penggunaan terus menerus selama 12 jam. Ini adalah kendaraan utilitas dan harus tetap digunakan untuk jangka waktu lama," tutur Hicks dikutip dari Carscoops, Kamis (2/7/2020). Mitra konsorsium, Coventive Composites telah mengembangkan polimer termoplastik serat alami berbasis rami untuk panel yang dipasang pada sasis, dimana sebagian besar terikat satu sama lain.

Bahan yang telah dipilih itu sudah banyak tersedia di pasar, target sementara untuk kendaraan tersebut ialah ringan dan kuat. Lebih lanjut, termoplastik yang diperkuat serat telah mengurangi waktu pembuatan dan kebutuhan energi. Bahan ini juga memungkinkan untuk mendapat detail yang tinggi untuk dicetak dan biasanya membutuhkan lebih sedikit pemrosesan.

Idenya adalah agar sasis dibangun secara lokal untuk memenuhi pasar yang ditargetkan, sehingga memungkinkan LCEV ini untuk bersaing secara langsung dengan bajaj. Saat ini, D2H berencana untuk pindah ke tahap pengujian prototipe dengan bantuan mitra. "Pengembangan kendaraan akan membutuhkan powertrain dan penyedia baterai yang berpikiran sama dengan misi kendaraan ini, yang dapat memberikan alternatif yang kuat dan sangat murah untuk unit baterainya," jelas Hicks.

Selain D2H dan Coventive, konsorsium ini juga mencakup Warwick Manufacturing Group (WMG). Proyek ini telah mendapatkan bantuan pendanaan dari skema IDP15 Innovate UK.

Continue Reading

Otomotif

Lengkap dengan Spesifikasinya Daftar Harga Sepeda Lipat Terbaru Merek Polygon

Avatar

Published

on

<div > Berikut daftar harga terbaru sepeda lipat Polygon dan spesifikasinya, harga Urbano mulai Rp 4 Juta.

Continue Reading

Otomotif

Ini kisah Unik Penumpang Grab di Masa New Normal menuju Kantor Bareng Gatot Kaca

Avatar

Published

on

Lewat Permenhub Nomor 41 tahun 2020, kini masyarakat bisa kembali menikmati layanan transportasi ojek online yang sebelumnya dilarang beroperasi selama masa PSBB di beberapa daerah. Walaupun begitu pada masa new normal ini ada beberapa aturan kesehatan yang harus dipatuhi bagi para penumpang dan pengemudi ojek online. Salah satunya dilakukan jasa penyedia transportasi online Grab yang menghadirkan layanan GrabBike Protect sebagai perlindungan tambahan bagi pengemudi dan pelanggan mereka di sejumlah kota di Indonesia.

GrabBike Protect dilengkapi dengan partisi plastik sebagai pemisah untuk meminimalisir kontak antara penumpang dan pengemudi. Dengan begini penumpang dan pengemudi dapat terus beraktivitas walau di tengah pandemi. Saat akan menaiki ojek online pun, untuk menjaga kebersihan, para pengemudi Grab akan memberikan masker dan hand sanitizer kepada setiap penumpang.

Penerapan protokol kesehatan pada masa new normal ini pun telah diterapkan di dua kota besar Indonesia, yakni Semarang dan Yogyakarta. Di Yogyakarta para pengemudi yang menggunakan partisi plastik ini jadi pusat perhatian. Salah satunya yang dialami Adhitya Saputra, mitra pengemudi yang termasuk pertama kali mendapatkan alat perlindungan ini.

Menurutnya alat perlindungan ini layaknya seperti baju Gatotokaca. “ Kowe iki koyo Gatotkaca ,” candanya. Walau begitu, menurutnya ini demi menjaga kesehatannya selama bekerja. “Alat ini dipakai untuk perlindungan saya dari wabah tak terlihat yang bisa saja saya dapatkan di jalanan,” ujar Adhitya.

Bagi sebagain besar penumpang pun, kehadiran partisi plastik ini tak hanya memberikan rasa aman namun juga jadi topik membuka percakapan dengan para pengemudi ojek online. “Selain jadi perlindungan kesehatan tambahan, penumpang sering buka obrolan basa basi atau tanya fungsi ini (partisi plastik). Apalagi dulu beberapa penumpang sering jaga jarak pas di motor. Sekarang mereka merasa lebih aman kalau ngobrol dengan saya,” ujarnya. Dari segi keamanan dan ketahanan sendiri, GrabBike Protect ini sudah aerodinamis sehingga tetap aman digunakan dalam kecepatan normal sekitar 60 90 km.

Selain memberikan masker tambahan dan hand sanitizer setiap penumpang naik, Adhitya pun juga selalu menyemprotkan partisi plastik milikinya sehingga aman untuk dinaiki penumpang berikutnya. Di Yogyakarta sendiri, masyarakatnya tak merasakan PSBBB melainkan hanya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) saja, sehingga penumpang pun masih bisa menaikin transportasi ojek online. Hal yang hampir mirip juga hadir di Semarang. Budiyono merupakan salah satu mitra pengemudi yang mendapatkan GrabProtect demi melindungi masyarakat Semarang yang menggunakan jasanya.

Diminta membatu tenaga medis, mulai dari segi transportasi dan mengantar makanan, ia diberikan GrabBike Proctect, masker, sarung tangan, hand sanitizer, desinfektan, jas hujan, serta penutup sepatu saat masuk ke dalam rumah sakit. Sebelum naik, penumpang pun diberikan hand sanitizer. “Maaf Pak/Bu/Mas/Mbak, pakai ini dulu ya sebelum naik,” ujar Budiyono. Walaupun demi kebaikan mereka, ada kala beberapa penumpang enggan memakain masker.

“Ada kalanya saya menawari penumpang masker untuk orang orang yang enggak pakai. Yap, masih ada warga Semarang yang seperti itu,” ujarnya. Dari penerapan penggunaan GrabBike Protect di Yogyakarta dan Semarang, bisa dibilang menjadi awal dari persiapan Grab dalam melindungi para mitra pengemudi GrabBike dan penumpangnya saat menghadapi masa new normal ini. “Pandemi COVID 19 telah meningkatkan kesadaran terhadap keamanan dan kebersihan di berbagai industri. Keamanan selalu menjadi fokus utama Grab dan melalui program seperti GrabProtect, kami telah meningkatkan standar kebersihan di industri ride hailing. Bersama dengan mitra pengemudi, kami akan mendorong perilaku bersih yang lebih baik sebelum perjalanan dimulai,” ujar Director of 2 Wheels & Logistics Grab Indonesia Tyas Widyastuti.

Continue Reading

Trending