Connect with us

Regional

Pasangan Remaja Ini Malah Kepergok Berbuat Mesum Malam-malam menuju Masjid

Avatar

Published

on

Sepasang remaja berinisial FA (17) dan LI (15) kepergok berbuat mesum di sebuah masjid, Selasa (18/8/2020). Peristiwa itu terjadi di sebuah masjid daerah Kelurahan Tampumia Radda, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. FA adalah warga Kecamatan Belopa Utara sedangkan LI warga Kecamatan Ponrang Selatan.

Kedua remaja itu masih berstatus pelajar. Informasi dihimpun menyebutkan, awalnya FA dan LI terlihat warga sedang duduk di teras masjid. Setelah sekian lama, pasangan ini tiba tiba menghilang.

Namun motornya tetap terparkir di depan masjid. Curiga warga memeriksa dan mencari di sekitar rumah ibadah. Pasangan ini rupanya tengah berbuat terlarang di toilet.

Perbuatannya diketahui warga keduanya kaget. Mereka bahkan nyaris diamuk warga yang merasa kesal. Untungnya ada kepala lingkungan setempat Ambo Dalle yang berusaha menenangkan warga.

Sehingga tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Ambo Dalle kemudian menghubungi orangtua kedua ABG. "Orangtuanya sepakat untuk menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan," kata Ambo Dalle.

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Regional

Bupati Tapanuli Tengah Lantik Gurunya Menjadi Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Barus

Avatar

Published

on

Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani melantik delapan orang pejabat baru di jajaran Pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah sebagai pejabat administrator serta Kepala Sekolah, Kamis (27/08/2020). Tidak seperti biasanya pelantikan dilaksanakan di aula Pemkab Tapteng, pelantikan kali ini dilaksanakan di Ruang Kerja Bupati Tapteng. Dari kedelapan orang pejabat yang dilantik oleh Bupati Tapteng itu, ada sosok wanita hebat yang merupakan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang paling berkesan dan berjasa bagi kehidupan Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Sosok tersebut adalah Ratna Dewi Hasibuan, S.Pd, M.Pd, menjadi satu satunya Kepala Sekolah yang ikut dilantik oleh Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani. Ratna Dewi Hasibuan, S.Pd, M.Pd dipercaya oleh Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani menduduki jabatan sebagai Kepala Sekolah di SMP Negeri 1 Barus. Sosok Ratna Dewi Hasibuan, S.Pd, M.Pd ini sontak menjadi pusat perhatian dalam pelantikan itu dan menjadikan hari ini, Kamis 27 Agustus 2020 ini adalah sebagai hari yang bersejarah dan tak terlupakan seumur hidup Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Bagaimana tidak, ternyata Ratna Dewi Hasibuan, S.Pd, M.Pd ini adalah merupakan Guru Bahasa Indonesia Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani saat menimba ilmu di SMP Negeri 1 Barus dari tahun 1997 hingga tahun 2000. Momen mengharukan itu membuat semua pejabat yang dilantik dan para pejabat yang menyaksikan pelantikan itu larut dalam suasana haru yang tak bisa diungkapkan. Bakhtiar Ahmad Sibarani yang merupakan orang nomor satu di Pemkab Tapanuli Tengah itu tak sungkan menyalam dan mencium tangan Ratna Dewi Hasibuan, S.Pd, M.Pd di hadapan para pejabat yang dilantik dan para pejabat yang menyaksikan pelantikan itu.

Sebab, sosok Ratna Dewi Hasibuan adalah orang yang pernah menjadi Guru sekaligus orangtuanya saat menjadi murid dan menimba ilmu di SMP Negeri 1 Barus. “Hidup ini sangat singkat, berbuatlah yang terbaik ketika kita hidup dan diberi kesempatan. Hari ini merupakan sejarah dalam hidup saya yang tidak bisa saya lupakan. Hari ini saya diberi kesempatan oleh Allah SWT, melantik guru saya saat bersekolah di SMPN 1 Barus," kata Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam keterangannya. Menurut dia, Ratna Dewi Hasibuan ini adalah Guru Bahasa Indonesia selama menimba ilmu di SMP Negeri 1 Barus.

"Dan hari ini juga saya mendapat kesempatan melantik Guru saya ini menjadi Kepala Sekolah ditempat saya pernah bersekolah dulunya, yakni di SMP Negeri 1 Barus. Ini adalah kesempatan yang sangat luar biasa bagi saya,“ ungkap Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani," kata dia. Terlihat, mata Sang Bupati berkaca kaca menahan rasa haru bisa melantik orang yang pernah mengajari dan mendidiknya selama tiga tahun saat duduk dibangku SMP Negeri 1 Barus itu. Dalam kesempatan itu juga, Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani juga memberikan motivasi dan semangat kepada generasi muda, khususnya generasi muda Kabupaten Tapanuli tengah untuk tidak malu dengan kondisi dan tetap menimba ilmu, serta jangan pernah melupakan guru ketika telah sukses.

“Semoga para generasi muda Kabupaten Tapteng bisa lebih sukses dari saya dan dapat menjadi Bupati bupati dan gubernur serta menjadi orang yang sukses di masa yang akan datang. Saya pesankan, jangan pernah melupakan gurumu ketika kamu telah sukses, tanpa mereka kamu tidak akan bisa menjadi orang sukses," harap Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani mengakhiri. Sementara itu, Ratna Dewi Hasibuan yang merupakan salah satu guru Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani itu saat menimba ilmu di SMP Negeri 1 Barus, tak menyangka dan tak sanggup berkata kata saat mendapatkan perlakuan “istimewa“ dari Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani yang tak lain adalah muridnya itu dan hanya bisa mengusap bahu Sang Bupati yang menunduk sambil mencium tangan Sang Guru Ratna Dewi Hasibuan itu. Ratna Dewi Hasibuan dengan didampingi Bupati Tapteng Baktiar Ahmad Sibarani saat diwawancarai awak media, mengaku sangat terharu dan bangga atas sikap dan perhatian dari Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani yang pernah menjadi muridnya itu, yang tetap, baik, peduli, dan perhatian kepada siapapun.

“Saya bangga Nak sebagai gurumu, saat ini kamu telah sukses menjadi orang nomor satu di Kabupaten Tapanuli Tengah ini. Pesan saya, jangan pernah lupa kepada Allah, tetap bersyukur kepada Allah, tetaplah menjadi pengayom ditengah masyarakat. Tetaplah menjadi Bakhtiar Ahmad Sibarani yang dulu, yang selalu peduli, yang selalu baik dan yang selalu perhatian. Jadilah anak yang berbakti kepada orang tua, agama, bangsa dan negara,“ ungkap Ratna Dewi Hasibuan sambil mengusap air matanya. Ratna Dewi Hasibuan juga mendoakan mantan muridnya ini untuk bisa kembali menjadi pemimpin di Kabupaten Tapanuli Tengah untuk periode selanjutnya. “Saya doakan, agar kamu Nak (Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani) dapat kembali menjadi pemimpin dan orang nomor satu di Kabupaten Tapanuli Tengah diperiode selanjutnya. Kami dan semua guru SMPN 1 Barus selalu mendoakan agar murid murid kami menjadi orang yang sukses dan berguna bagi nusa dan bangsa,“ harap Ratna Dewi Hasibuan mengakhiri.

Untuk diketahui, adapun kedelapan orang Pejabat administrator serta Kepala Sekolah yang dilantik tersebut adalah sebagai berikut : 1. Rahmadani Hannum, SE diangkat menjadi Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemkab Tapteng. 2. Kaspir Hutagalung, ST, diangkat menjadi Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pemkab Tapteng.

3. Masjuita Sitanggang, S.Pd, diangkat menjadi Lurah Sibabangun. 4. David Christian Marbun, SE, diangkat menjadi Pj Kasubbag Pengelolaan LPSE Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Pemkab Tapteng. 5. Alex Sander Simamora, SKM, diangkat menjadi Pj. Kasubbag Sumber Daya Alam Bagian Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah.

6. Binsar Pasaribu, SST , diangkat menjadi Pj Kasi Distribusi Pangan Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pemkab Tapteng. 7. Yandri Tanjung, diangkat menjadi Pj Kasi Pemerintahan Kelurahan Pondok Batu, Kec. Sarudik. 8. Ratna Dewi Hasibuan, S.Pd, M.Pd, diangkat menjadi Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Barus.

Continue Reading

Regional

Ternyata Pecandu Sabu FAKTA Ibu & Pacar Siksa Anak Kandung umur 5 Tahun hingga Patah Tangan

Avatar

Published

on

Nasib malang dialami seorang gadis cilik berinisial L (5), warga Bamaang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri, Hy alias Y. Kekerasan juga kerap dilakukan St alias A, yang merupakan kekasih sang ibu.

Peristiwa ini terbongkar pada Minggu (23/8/2020), saat L ditinggalkan Hy dan St di sebuah warung di Kecamatan Bamaang Sampit. Dilansir , saat ditinggalkan di warung, L ditemukan oleh seorang penjual gorengan. Berjalan sendirian di warung di pinggiran Jalan Kopi Selatan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit dalam keadaan tubuh luka lebam.

Di beberapa bagian tubuh L banyak terdapat luka memar diduga bekas pukulan. Saat disambangi warga, L tampak seperti orang bingung yang ditinggalkan oleh sang ibu. Dia mengaku, bahwa luka pukul hingga lebam di badannya adalah perbuatan A.

"Aku tadi disuruh menunggu di sini tadi mama dan A di situ," ujarya sambil menunjuk lokasi pinggiran jalan Kopi pertama kali dai ditemukan warga setempat. Petugas Kepolisian Resor Kotawaringin Timur mencatat, setidaknya terjadi tiga kali penganiayaan terhadap L oleh ibu kandungnya, Y dan kekasih sang ibu, A. "Pertama pada Senin 17 Agustus sekira pukul 22.00 WIB, pelakunya adalah A yang marah karena L tidak kunjung tidur."

"A mencubit korban sebanyak lima kali di bagian punggung dan paha hingga korban menangis." Ibunya malah ikutan marah dan memukul korban sebanyak tiga kali di bagian paha," kata Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Abdoel Haris Jakkin, dikutip dari . Kemudian, peristiwa kedua terjadi pada 19 Agustus karena korban menolak disuruh tidur siang.

Lagi lagi A melampiaskan kemarahan dengan memukul bagian wajah L sebanyak dua kali. Mirisnya, Y bukannya melindungi sang anak, melainkan turut melakukan kekerasan terhadaop gadis 5 tahun itu. Tanpa perlawanan, Y mencubit bagian dada L sebanyak lima kali, lalu menendang perut anak kandungnya itu.

Tak berhenti di situ, pada 21 Agustus kedua pasangan tidak resmi yang sudah tinggal satu atap itu kembali melakukan aksi kekerasan terhadap L, karena korban muntah saat diberi makan. Saat itu, A naik pitam lalu memukul wajah L menggunakan handphone. Pukulan itulah yang menyebabkan pelipis korban terluka hingga mengeluarkan darah.

Setelah itu, Y juga memelintir tangan kiri anak kandungnya hingga tulang lengan korban patah. "Melihat korban yang sudah lusuh dan sakit, para tersangka mencoba menelantarkan korban di sekitar rumah warga di Kecamatan Baamang," ungkap Kapolres. Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Abdoel Haris Jakkin menduga, tindakan para pelaku disebabkan pengaruh narkoba.

Dugaan tersebut diungkapkan Haris Jakkin saat ekspose kasus kekerasan terhadap L, selasa (25/8/2020). "Ibu kandung korban saat ditangkap mengaku habis menggunakan sabu." "Kami meyakini mereka melakukan penyiksaan terhadap korban saat berada di bawah pengaruh sabu," terang Haris Jakkin.

Senada, Kasat Reskrim Polres Kotawaringin Timur AKP Zaldy Kurniawan mengatakan, dari hasil penyelidikan terjadap para pelaku, keduanya mengaku sebagai pengguna aktif narkoba jenis sabu. Bahkan, Y mengaku baru saja menggunakan sabu, sedangkan A sudah sebulan lebih tidak menggunakan. "Kalau tanpa pengaruh narkoba, tidak mungkuin ada orang yang tega menyiksa anaknya sendiri sampai seperti itu," ujar Zaldy, saat dihubungi .

Polisi berhasil menangkap Y, ibu yang menganiaya anak kandungnya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Yang hendak melarikan diri ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan ditangkap bersama kekasihnya, A. Penangkapan Y dan A di depan Kampus Universitas Muhammadiyah Palangkaraya pada Senin (24/8/2020), bermula dari sepeda motor yang mereka tumpangi tidak dilengkapi spion.

Sepeda motor Satria FU itu juga diberhentikan polisi karena knalpot yang digunakan tidak sesuai standar. "Saat dilakukan penilangan di Pos Bundaran Besar, salah seorang anggota Satlantas, Briptu Anton mengenali keduanya sebagai pelaku penganiayaan seorang bocah di Sampit yang sedang viral di media sosial," kata Kanit Turjawali Polresta Palangkaraya Ipda I Made Adnyana dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari . Polresta Palangkaraya kemudian menyerahkan dua tersangka tersebut ke Polres Kotawaringin Timur.

Continue Reading

Regional

Mulut & Kaki Diikat Buaya 5 Meter yang Terkam Anggota Tagana Dinsos saat Hendak BAB Ditangkap

Avatar

Published

on

Buaya yang menerkam seorang anggota Tagana Dinsos saat hendak BAB akhirnya ditangkap. Buaya sepanjang lima meter ditangkap warga bersama pawang buaya di Sungai Budong budong, Kecamatan Topoyo, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Agar tidak membahayakan warga, kaki dan mulut buaya diikat tali.

Buaya tersebut sebelumnya telah memangsa warga bernama Asrianto (25) saat hendak Buang Air Besar (BAB) di sungai. Hewan buas tersebut ditangkap pada Sabtu sore oleh pawang atas perintas Bupati Mamuju Tengah H Aras Tammauni. Setelah berhasil ditangkap dievakuasi ke halaman kantor Bupati Mamuju Tengah, Jalan Poros Mamuju Topoyo, Kecamatan Tobadak.

Salah seorang warga, Haji Hamrul, berharap Pemkab Mamuju Tengah melakukan upaya agar kejadian serupa tidak terulang. "Kalau bisa diantisipasi, jangan lagi ada kejadian," kata via telepon, Senin (24/8/2020). Warga di Mamuju Tengah yang tinggal di bantaran Sungai Budong Budong diminta selalu waspada dan berhati hati terhadap serangan buaya.

Sebelumnya, seorang anggota Tagana Dinas Sosial (Dinsos) Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, tewas diterkam buaya. Korban bernama Asrianto (25) awalnya hendak BAB. Akibat gigitan buaya, korban mengalami luka parah hingga akhirnya meninggal dunia.

Peristiwa terjadi di Sungai Budong budong, Sulawesi Barat, Jumat (21/8/2020). Korban ditemukan beberapa jam setelah kejadian. Kepala Kantor Basarnas Mamuju, Saidar Rahmanjaya mengatakan, korban ditemukan masih bernyawa.

Dia mengatakan, korban ditemukan sekitar Pukul 15.30 Wita, setelah tim reaksi cepat Basarnas melajukan pencarian menggunakan perahu karet. "Korban terluka parah akibat terkaman buaya, korban langsung dievakuasi ke RS Mamuju Tengah,"ujarnya. Saidar mengimbau warga sekitar sungai agar selalu berhati hati saat ke sungai mengingat Sungai Budong budong rawan dengan keberadaan hewan buas.

Kasus lainnya, seorang ibu rumah tangga, Hasmila (40) juga tewas dimangsa buaya saat hendak buang air di sungai. Jenazah Hasmila ditemukan dua hari setelah diterkam buaya oleh tim SAR gabungan. Pada tubuhnya terdapat beberapa bekas luka gigitan

Continue Reading

Trending