Connect with us

Travel

Turis Bisa Terapkan Jarak Sosial Taman Kota di Kopenhagen Disulap Jadi Pulau Apung

Avatar

Published

on

Kopenhagen, Denmark, menciptakan inovasi agar wisatawan tetap bisa menikmati waktu di taman kota saat pandemi Covid 19. Sejumlah desainer dan arsitek di Kopenhagen menciptakan taman kota dengan pulau pulau terapung di dalamnya. Melansir dariInsider, taman kota dengan pulau pulau apung itu dinamakan Copenhagen Islands.

Proyek tersebut dikerjakan oleg Dansih Studio Fokstrot bersama arsitek Australia bernama Marshall Blecher.

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Travel

5 Hal yang wajib Diperhatikan Tamu Sebelum Menginap di Hotel Saat Pandemi

Avatar

Published

on

Pada 27 Juli 2020, Arne Sorenson, CEO dan Presiden Marriott International menyatakan semua tamu sekarang diharuskan memakai masker. Pernyataan ini muncul setelah studi oleh CDC yang menunjukkan masker membantu mencegah penyebaran COVID 19. Sementara itu, seluruh karyawan jaringan Hotel Marriott sudah dari awal diwajibkan pakai masker di dalam hotel.

Selain memakai masker, apa lagi yang bisa dilakukan tamu untuk menjaga keamanan selama menginap di Hotel? Pertanyaan awal yang harus ditanyakan menurut Forbes adalah apakah daerah tersebut menjadi zona merah penyebaran Covid 19? Tinggal di hotel yang juga berada di zona merah tentu lebih berisiko.

Jika ragu, opsi terbaik adalah menunda atau menjadwal ulang. Pilihan transportasi yang digunakan oleh tamu menuju hotel juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Jika tamu naik transportasi umum, sudahkah transportasi tersebut menerapkan protokol kesehatan dengan benar?

Jika naik mobil fasilitas hotel, sudahkah memraktikkan standar yang benar juga? Sebuah hotel mungkin hanya mengoperasikan sekitar 50 persen kamar yang tersedia. Hal ini dilakukan untuk menghindari keramaian dan jumlah tamu yang berlebihan di hotel.

Jangan takut menelepon dan bertanya. Zaman sekarang, semua orang bisa melakukan apa saja untuk melindungi diri mereka sendiri. Dengan mengajukan pertanyaan, para pelancong akan tahu apa yang harus disiapkan dan jika perlu mengambil langkah antisipasi tambahan untuk memastikan keselamatan.

Mengajukan pertanyaan tentang proses pembersihan kamar, seberapa sering ruang publik diperiksa dan disterilkan, apakah area umum terbuka atau tidak, semua adalah hal hal penting untuk ditanyakan. Semua orang ingin bepergian dengan hati gembira tanpa rasa stress. Itulah sebabnya kamu perlu disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk melindungi dirimu.

Mulai dari memakai masker, membawa cairan pembersih tangan, jaga jarak sosial, dan rajin cuci tangan terutama setelah menyentuh benda di ruang publik.

Continue Reading

Travel

Protokol Kesehatan yang wajib Dijalani KAI Daop 6 Yogyakarta Buka Kembali Layanan KA Reguler

Avatar

Published

on

PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta telah melayani kembali operasional kereta api (KA) reguler secara bertahap mulai Jumat (12/6/2020). Beroperasinya kembali layanan kereta reguler ini merupakan tahap awal penerapan new normal setelah sebelumnya layanan tutup karena pandemi covid 19. Manajer Humas PT KAIDaop 6Yogyakarta, Eko Budiyanto mengatakan, adaptasi new normal wajib dipenuhi para penumpang selama di stasiun hingga dalam perjalanan.

“Meski KA reguler beroperasi di tengah pandemi, KAI tetap bertekad melayani masyarakat yang melakukan perjalanan kereta api dengan selamat, aman, nyaman, dan sehat sampai tujuan,” ujarnya, Jumat (12/6/2020). Ada sejumlah KA reguler yang dioperasikan kembali yakni 8 KA jarak jauh dan 6 KA lokal. KA tersebut di antaranya dari dan menuju Stasiun Kiaracondong, Cirebon, Purwokerto, Kutoarjo, Wates, Yogyakarta, Klaten, Purwosari, Solo Balapan, Sragen, Madiun, Surabaya Gubeng, Jember, Ketapang, dan berbagai stasiun lainnya.

PT KAI pun menerapkan aturan new normal yang ketat bagi para penumpang. Para penumpanh wajib menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, suhu badan tak lebih dari 37,3 derajat, dan menggunakan pelindung muka bagi penumpang dewasa untuk mencegah penyebaran covid 19 melalui butiran ludah. “Petugas yang berjaga baik di stasiun maupun di atas KA akan mengumumkan perihal ketentuan ini kepada penumpang,” tuturnya.

Continue Reading

Travel

Warung di Jogja yang Sudah Buat Ayam Geprek dari Tahun 2003 Ayam Geprek Bu Rum

Avatar

Published

on

Ayam geprek terbilang baru dalam khazanah makanan Indonesia. Sebelum 2017, istilah ayam geprek masih asing di telinga mayoritas masyarakat Indonesia. Namun beda cerita jika bertanya ayam geprek ke orang Yogyakarta khususnya mahasiswa pada era tersebut.

Dari Kota Pelajar ayam geprek lahir. Ayam geprek tak lepas dari pembuat pertama makanan ini. Ia adalah Ruminah (56) pendiri WarungAyam Geprek Bu Rumdi Yogyakarta.

"Saya buat ayam geprek pertama tahun 2003. Sebelumnya saya jualan lotek, soto, dan lain," Ruminah saat ditemuiKompas.comdi warung ayam gepreknya yang pertama di Papringan, Yogyakarta, Senin (23/4/2018). "Namanya juga penjual makanan, saya iseng jualan ayam kentucky (goreng tepung) juga," cerita Ruminah. Lantas dari ayam goreng tepung ini, munculah ayam geprek. Bukan Ruminah yang memiliki ide membuat ayam geprek.

Ia ingat ada pelangganya, mahasiswa asal Kudus, Jawa Tengah, yang meminta ayam goreng tepungnya diberi aneka sambal lalu diulek agar teksturnya hancur. "Terus banyak anak yang bilang ayam gejrot, ayam ulek. Akhirnya saya beri nama jadi ayam geprek," sebut perempuan yang akrab disapa Rum. Hidangan ayam geprek ternyata disukai banyak orang.

Mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran, sampai wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Sejak saat itu, Ruminah telah membuka enam cabang warung ayam geprek yang tersebar di daerah Yogyakarta. Dibantu 23 pegawai dan anak anaknya ia mengelola bisnis warung ayam geprek.

Di kota kelahirannya, ayam geprek juga terkenal. Contohnya di Jalan Warung Lor, warung pertama Ayam Geprek Bu Rum, ada dua warung ayam geprek lain yang bersebelahan. Jika menelusuri Kota Pelajar, tidak akan sulit untuk menemukan ayam geprek dengan berbagai nama dan kreasi hidangan.

Ruminah sendiri mengatakan bisnisnya lumayan terpengaruh dengan banyaknya saingan. "Ya bertahan saja," kata Ruminah. Sembari ia juga mulai berinovasi dengan menghadirkan aneka sambal seperti sambalado, cabai hijau, bumbu rendang, dan taburan keju.

"Kalau yang ke warung ibu ini kebanyakan memang anak lawas, yang tahu kalau ayam geprek awalnya dari sini," kata Ruminah. Ayam geprek lantas jadi fenomenal ketika masuk ke Jakarta pada 2017. Ada I Am Geprek Bensu dan Geprek Bensu yang dibuka pada tahun itu. Seiring perjalanan keduanya mengalami perebutan merek dagang.

Geprek Bensu yang menawarkan sistem waralaba sukses dan sampai sekarang memiliki 139 cabang waralaba yang tersebar hampir di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke Hongkong. Pada 2020, Go Food mencatat ada 300 juta porsi ayam geprek yang dipesan sepanjang tahun 2019.

Continue Reading

Trending